Deiyai (NP) – Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, berharap agar setoran dari PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada daerah tidak mengalami penurunan, meskipun pendapatan perusahaan tersebut menurun pada tahun 2025.
Menurutnya, kontribusi PTFI selama ini sangat membantu pemerintah daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah dan delapan kabupaten yang ada di dalamnya.
“Dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat, selama ini kami sangat terbantu oleh setoran dari PTFI untuk Papua Tengah dan delapan kabupaten yang ada,” ujar Melkianus Mote.
Ia juga mengakui bahwa pada tahun 2025 PTFI menghadapi sejumlah kendala operasional, seperti insiden longsor di area tambang bawah tanah (underground). Kondisi tersebut berdampak pada penurunan produksi. Namun demikian, kenaikan harga komoditas tambang dinilai cukup membantu menutup biaya operasional perusahaan.
PTFI sebelumnya telah melakukan sosialisasi terkait proyeksi setoran kepada para pemangku kepentingan di Papua Tengah yang berlangsung di Nabire. Berdasarkan pemaparan tersebut, pemerintah daerah berharap realisasi setoran tidak jauh berbeda dari angka yang telah disampaikan.
“Kami berharap angka setoran tidak jauh dari materi presentasi yang telah disosialisasikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Melkianus Mote berharap pada tahun 2026 operasional PTFI dapat kembali berjalan normal setelah gangguan yang terjadi, sehingga kontribusi terhadap daerah bisa meningkat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PTFI agar dapat dirasakan secara merata di seluruh kabupaten di Papua Tengah.
“Selain setoran, kami juga membutuhkan program-program CSR PTFI yang tersebar merata di delapan kabupaten di Papua Tengah,” tutupnya. (Np)











Komentar